ASAL USUL SEJARAH PLANGON CIREBON
Plangon Cirebon berawal dari penamaan sebuah bukit yang dulunya disebut "Tegal Klangenan" (artinya tempat atau bukit untuk menenangkan diri) oleh dua pangeran dari Baghdad, Irak, yaitu Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan. Mereka memilih tempat tersebut untuk menyepi dan beribadah dalam menyebarkan agama Islam. Di situs ini, terdapat makam keduanya, serta makam Syekh Abdurrahman dan Pangeran Merata Wiropas (Pangeran Plangon).
Asal-usul penamaan dan kedatangan Pangeran
Penamaan "Plangon": Kata "Plangon" berasal dari kata "Klangenan" yang berarti tempat atau bukit untuk menenangkan diri. Ada juga versi lain yang mengatakan berasal dari kata "Pelangonan" yang berarti tempat istirahat.
Kedatangan Pangeran: Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan adalah dua bersaudara yang datang dari Baghdad, Irak.
Tujuan: Mereka mencari tempat yang tenang untuk menyendiri, beribadah, dan menyebarkan agama Islam.
Tempat tinggal: Setelah menemukan bukit tersebut, Pangeran Panjunan mendirikan padukuhan di area yang kini menjadi Kelurahan Panjunan, sementara Pangeran Kejaksan mendirikan padukuhan di sekitar alun-alun Kejaksan.
Makam keramat
Situs Plangon merupakan tempat ziarah dengan empat makam keramat:
Makam Pangeran Panjunan
Makam Pangeran Kejaksan
Makam Syekh Abdurrahma
n
Makam Pangeran Merata Wiropas (Pangeran Plangon)
Makam ini didatangi banyak peziarah, terutama pada saat haul (peringatan wafat) para pangeran.
Monyet di Plangon
Monyet-monyet yang ada di Plangon dipercaya berasal dari Aceh Singkil dan dibawa oleh kedua pangeran tersebut.
Monyet-monyet ini memiliki tingkat kejinakan yang cukup tinggi, tetapi pengunjung tetap disarankan untuk berhati-hati karena monyet adalah hewan liar.
Mitos lain menyebutkan bahwa jumlah monyet di situs ini tidak pernah berubah dan selalu berjumlah 99 ekor, yang ditafsirkan sebagai simbol dari Asmaul Husna (nama-nama baik Allah).

Komentar
Posting Komentar